A GLIMPSE OF MY THOUGHT

A Moment of Weakness

Sesuai judul, a moment of weakness. Ini adalah catatan kecil saya berisi nukilan dari masa terlemah atau titik terendah dalam hidup, yaitu saat baru menjadi ibu.

Menjadi seorang ibu telah membuat saya sadar bahwa hamil dan melahirkan adalah proses alami yang luar biasa mengagumkan. Sementara menjadi orang tua, khususnya menjadi ibu adalah proses yang tak berbatas dan penuh pendidikan.

Dengan segala pengetahuan dan kekuatan yang telah saya punya ternyata saya keok. Saya pernah lelah total secara fisik dan mental.

Pernah juga melihat ke belakang merindukan kehidupan lajang. Pernah meratapi masa depan yang diprediksi buram. Seolah-olah jadi ibu telah mematikan kesempatan saya sebagai individu.

Untuk kamu yang juga merasakannya, ayo mulai jalan pelan. Perlahan saja (virtual hug).

Hari ini aku boleh merasa tidak berdaya dan putus asa. Tidak apa-apa.

Anakmu menangis dan kau tak bisa membuatnya tenang. Atau kau tak bisa memberinya ASI karena tak ada ASI yang keluar. Tak apa. Tenang dan coba lagi. Learning by doing. Selain bayimu yang lahir, kau juga baru terlahir jadi ibu. Ibu dan bayi sama-sama butuh waktu untuk beradaptasi.

Lebih baik pada diri sendiri artinya menjadi ibu yang lebih baik juga.

Kurang tidur, makan, dan hiburan sudah jadi template penderitaan ibu baru. Mencari ritme hidup yang baru akan memudahkan. Dan menjadi fleksibel terhadap jadwal akan membantumu melewati masa-masa sulit ini.

Self-care, salah satunya yakni dengan membiarkan hanya orang suportif yang masuk ke lingkaranmu.

“Jujur aku lelah”, sampaikan hanya kepada mereka yang benar-benar ingin membantumu.

Saya bilang itu berkali-kali ke suami dan saudara. Kalimat ini bak bendera putih kala perang. Tak apa. Mereka yang peduli padamu akan senang jika kau mau berbagi momen ini. Plus, senang karena kau mau jujur pada mereka.

Ingat bahwa anakmu juga anak suamimu, keponakan saudaramu, cucu orang tuamu. Mereka juga boleh kewalahan sepertimu.

Semoga tulisan ini bermanfaat untukmu.

1 thought on “A Moment of Weakness”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.