A GLIMPSE OF MY THOUGHT blogging daily

Aktivitas Kala Pandemi: Let’s Read! Membaca Menyenangkan Hati, Berpetualang Tanpa Harus Pergi

Dalam buku berjudul “Ayo Jelajahi Hutan”, Titi masuk ke hutan belantara untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang para binatang yang hidup di sana. Titi sudah banyak membaca buku-buku tentang para binatang hutan. Kali ini ia mencoba untuk bertualang demi bertemu para binatang.

“Wow, binatang ini punya belalai panjang, telinga besar, dan tubuh besar. Ini pasti gajah” Seperti Titi yang penasaran mengetahui kehidupan para binatang, semua binatang juga ingin tahu tentang Titi.

Buku “Ayo Jelajahi Hutan” dibuat khusus sebagai bacaan anak. Cerita fiksi ini dikarang oleh Than Sovandara dan diilustrasikan oleh Seat Sopheap. Buku ini terlahir saat Booklab Let’s Read di Phnom Penh, Kamboja pada 2019 lalu.

Jika dibedah ceritanya, buku anak ini turut mengemukakan kesetaraan perempuan dan laki-laki (sensitif gender). Bahwa anak perempuan pun bisa bertualang.

Selain menambah khazanah anak mengenai isu kesetaraan dan dunia binatang, buku ini juga memotivasi anak-anak untuk tidak hanya giat membaca, tetapi juga giat mengamati/mengobservasi lingkungan sekitar. Karya ini pun memperlihatkan bagaimana manusia hidup bersama para binatang (atau secara lebih luas, hidup di alam).

“Ayo Jelajahi Hutan” adalah salah satu dari sekian banyak buku bertema petualangan yang dirilis di platform Let’s Read secara gratis, dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya baca para pembaca cilik di Asia.

Let’s Read (Ayo Membaca) diprakarsai oleh program Books for Asia, The Asia Foundation. Let’s Read mengumpulkan cerita bergambar berkualitas, berbahasa nasional dan daerah dalam format digital. Perpustakaan digital ini diharapkan dapat menjadi sumber alternatif untuk memperoleh bacaan anak berkualitas secara gratis dan mudah diakses.


Cerita Petualangan, Pandemi, dan Akses terhadap Buku

Saat ini virus Covid-19 telah menyebar di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Pandemi telah berhasil menghentikan kegiatan pendidikan yang telah direncanakan untuk mengisi sebagian besar waktu anak-anak. Lebih bikin pusing lagi, kini orang tua diharuskan untuk mencoba mengisi kekosongan kegiatan itu.

Nah, ini dia salah satu cara untuk membuat anak-anak tetap sibuk beraktivitas selama pandemi. Buka dan baca buku bersama anak!

Wisnu Widjanarko, Akademisi Komunikasi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto mengatakan bahwa membaca bisa menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan rasa bosan ketika harus berada di rumah saja selama pandemi Covid-19 ini.

“Membaca membuat pikiran kita menjelajah hal-hal yang baru dan menarik, itu semua mampu menghilangkan rasa bosan kita, karena selalu ada kebaruan yang bisa kita jumpai dengan membaca. Dalam artian kita tetap bisa ke mana-mana dengan cara membaca,” jelasnya, dikutip dari Antaranews.

Selain itu, membaca merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak membaca, berbicara, berimajinasi, mengeksplorasi, berpikir kritis, dan untuk membangun latar belakang pengetahuan anak.

Saat ini petualang cilik kita pasti merasa bosan berada di dalam rumah terus. Anak-anak haus akan pengalaman dan pengetahuan. Untuk itu membaca buku bisa jadi pilihan para orang tua.

Terlebih lagi jika buku yang dibacakan oleh orang tua adalah buku bergambar dan bergenre petualangan.

Menurut Elemental Science, membacakan anak cerita-cerita petualangan akan membuat anak merasa ikut menikmati petualangan, kemudian memicu keingintahuan dan kecintaan anak untuk mengeksplorasi berbagai hal baru. Sehingga, anak-anak yang jenuh berada di rumah pun akhirnya dapat merasakan keseruan berpetualang lewat membaca.

Tapi….

“Buku anak kan mahal! Perpustakaan sedang tutup! Dan tidak aman untuk saling pinjam buku saat ini!”

Meskipun perpustakaan dan toko buku ditutup karena pandemi, tidak demikian halnya dengan perpustakaan online. Akses buku-buku digital terbuka lebar.

Salah satunya di platform Let’s Read, di sini tersedia buku-buku anak bergambar berkualitas secara gratis. Buku-buku yang dimuat pun mengusung isu penting kesetaraan gender, wawasan lingkungan, keberagaman, dan toleransi, dengan tetap memperhatikan aspek pendidikan sains, teknologi, teknik, seni dan matematika (STEAM).

Sebagai orang tua, saya pun turut mencoba membaca buku di aplikasi Let’s Read. Tujuan saya adalah untuk memperkenalkan anak saya yang berumur 1 tahun kepada buku.

Saya memulainya dengan membacakan buku cerita bergambar yang disebut “buku pertamaku”. Disebut demikian karena buku terdiri dari sedikit kata-kata, yang ditonjolkan adalah gambar/ilustrasinya. Sehingga, saya lebih banyak menunjuk ke gambar untuk menarik atensi anak saya.

“Ini gajah! Ini Ayam! Mana bebek?”, kurang lebih demikian narasi saya kepadanya.

Ingatlah untuk menunjuk gambar, bertanya pada anak, menjawab pertanyaannya, dan yang paling penting, nikmatilah waktu membaca bersama.

Jika kamu tertarik untuk mencoba membacakan buku cerita anak, kamu bisa coba akses Let’s Read. Terdapat banyak pilihan tema buku, pilihan bahasa teks, dan pilihan tingkat kesulitan bacaan. Kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhanmu. 

Platform ini juga membuka kesempatan para orang tua memperkenalkan bahasa daerah melalui cerita rakyat kepada anak. Let’s Read telah bekerja sama dengan komunitas literasi dan pegiat buku untuk mengumpulkan kisah-kisah dari berbagai daerah di Indonesia. 


Bantu Anak Memahami Pandemi Covid-19 Lewat Petualangan di Buku

Ada beragam pengetahuan yang bisa didapatkan anak dari membaca buku. Dari pengetahuan alam hingga pengetahuan sosial.

Banyak buku juga memuat nilai-nilai moral dalam kisah-kisahnya. Pengetahuan dan nilai moral ini pada akhirnya akan diserap sebagai informasi bagi anak untuk membantunya memahami dan menjalani kehidupan.

Dalam situasi pandemi Covid-19 selain menjadi alternatif kegiatan pengisi waktu anak, membaca buku dapat membantu anak memahami keadaan “Stay at Home” yang terpaksa dilaluinya.

Di platform Let’s Read, saya menemukan dua buku cerita anak yang menarik terkait Covid-19.

Buku pertama berjudul “COVIBOOK“, karya Manuela Molina. Buku ini diciptakannya untuk menjadi alat bantu bagi keluarga untuk membahas ragam emosi yang timbul akibat pandemi Covid-19, terutama pada anak.

Lewat buku ini diharapkan anak dapat terhibur sekaligus belajar memahami apa itu virus Covid-19, seperti apa situasi yang dihadapi para orang dewasa, dan apa yang bisa anak lakukan untuk menolong, misalnya dengan rajin mencuci tangan. Juga terdapat lembaran kerja untuk anak menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini di tengah pandemi.

Buku kedua berjudul “My Hero is You“, karya Helen Patuck. Beruntung sekali buku ini bisa diakses gratis via Let’s Read.

Saya mengetahui buku ini pertama kali dari artikel The New York Times. Dalam laman berita itu dibahas mengenai pembuatan buku “My Hero is You” dan nilai penting buku ini bagi kita saat ini.

Pada suatu malam, seorang anak perempuan bernama Sara berbaring di atas kasurnya dengan dipenuhi rasa takut dan lesu. Dia rindu bertemu teman-temannya dan rindu pergi ke sekolah. Saat dia tertidur, seekor naga muncul dan membawa Sara terbang bertualang keliling dunia untuk mengajari anak-anak cara menjaga diri dan cara agar keluarga mereka aman dari virus Covid-19.

“Terkadang hal terpenting yang bisa kita lakukan sebagai teman adalah melindungi satu sama lain. Bahkan jika itu berarti menjauh satu sama lain untuk sementara waktu.”

Demikian, kutipan dari buku “My Hero Is You”. “My Hero Is You” adalah salah satu dari beberapa buku yang hadir dengan tujuan memberikan referensi cara menghadapi Covid-19 yang sesuai untuk anak-anak.

Lebih dari itu, buku ini juga cocok untuk orang tua baca, agar tahu bagaimana cara menjawab dengan tepat pertanyaan si kecil terkait Covid-19.


Membaca Online = Screen Time, Hingga Peran Orang Tua dalam Budaya Membaca

Rendahnya minat baca anak Indonesia dan berkembang pesatnya dunia digital patut menjadi perhatian para orang tua.

Pasalnya, bukan perkara mudah memantik minat baca anak di era seperti ini. Banyaknya konten yang tersebar di dunia maya menanti untuk dilihat, didengar, dan sekaligus ditonton telah membuat lengah kita terhadap manfaat lain internet, misalnya saja untuk akses bacaan digital.

Sering kali orang tua lebih memilih memberi anak streaming video musik ketimbang membaca buku bersama anak. Tidak mengherankan jika kita merasa kesulitan membangun budaya membaca.

Untuk membangun budaya membaca di masyarakat, mari kita mulai dari bagian kecil masyarakat, yakni mulai dari keluarga. Peran orang tua menjadi amat penting dalam usaha ini. Lantas bagaimana caranya?

Mulailah dari diri sendiri.

  1. Menjadi Teladan.

Untuk membuat anak cinta buku, kita harus lebih dulu mencintai buku. Untuk membuat anak gemar membaca, kita harus gemar membaca pula. Sehingga, ketika tiba saatnya membaca buku bersama anak, orang tua pun ikut menikmati bacaannya. Dan anak yang melihat kita menikmati aktivitas membaca pun akan terpacu untuk terus mencoba membaca.

2. Fleksibel terhadap Medium dan Ragam Bacaan.

Hal yang bikin anak ogah atau malas melakukan aktivitas membaca adalah larangan, perintah, dan aturan ketat yang menyesakkan ruang imajinasi mereka.

Terkadang tanpa sadar orang tua melakukan hal-hal semacam itu. Padahal, sebaiknya orang tua memberikan kebebasan dan arahan.

Contohnya saja mengenai pemanfaatan gadget. Alih-alih melarang anak menggunakannya, orang tua bisa mengajak anak untuk memanfaatkan gadget lebih baik lagi. Hana A. Satriyo, Deputy Country Representative The Asia Foundation Indonesia menjelaskan orang tua perlu mengajarkan anak cara memanfaatkan gadget untuk membaca.

“Kalau anak tampak sedang menggunakan ponsel pintar, orang tua mesti memperhatikan dan mengajarkan. Jangan sampai ia hanya memanfaatkan ponsel untuk game atau nonton video saja. Ayo kenalkan dan ajak ia untuk membaca dari aplikasi penyedia bacaan anak,” kata Hana pada Minggu (30/8/2020) dikutip dari HaiBunda.

Kemudian, ada pula sebagian orang tua yang bersikukuh jika membaca online atau digital termasuk “screen time” (waktu anak di depan layar) juga. Mereka menyebut hal itu tidak baik bagi tumbuh kembang anaknya. 

Morgan Belveal, akademisi yang fokus dalam studi anak-anak, pengembangan pendidikan internasional, dan pengembangan manusia mengemukakan pendapat yang berbeda tentang membaca online dan screen time.

“Ada kekhawatiran tentang dampak screen time pada anak. Namun, screen akan tetap ada, dan kegagalan memaksimalkan kekuatannya untuk kebaikan akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menciptakan generasi muda yang cerdas dan melek digital yang sadar akan bahaya dan tantangan, serta peluang, dari lingkungan digital,” ujarnya.

Melihat tantangan dan perdebatan ini, Let’s Read pun memfasilitasi para orang tua untuk memberikan anak bacaan berkualitas dalam bentuk buku digital offline dan buku fisik.

Untuk buku fisik, kamu bisa mengakses Let’s Read via website. Setelah menemukan buku pilihanmu, kamu akan temukan pilihan “unduh” di bagian paling bawah. Tinggal dicetak dan jadilah buku fisik yang bisa kamu nikmati bersama anak. 

Sementara itu, untuk dapat membaca buku dalam keadaan offline, kamu bisa mengunduh aplikasi Let’s Read, lalu buka aplikasi dan pilih buku, dan unduh buku. Setelahnya kamu bisa membacanya secara offline kapan saja. Keuntungan lain membaca offline adalah kamu akan terbebas dari gangguan notifikasi aplikasi lain. 

Semoga bermanfaat, selamat membaca buku!

Sumber:

https://letsreadasia.org diakses pada 20 September 2020

https://www.antaranews.com/amp/berita/1693762/akademisi-orang-tua-perlu-tumbuhkan-minat-baca-anak diakses pada 20 September 2020

https://asiafoundation.org/2020/06/24/in-a-time-of-covid-19-screen-time-worries-miss-the-point/ diakses pada 20 September 2020

https://elementalscience.com/blogs/news/reading-adventure-books diakses pada 20 September 2020

https://www.haibunda.com/parenting/20200830164029-61-159405/pentingnya-tumbuhkan-minat-baca-anak-di-masa-pandemi-bunda-perlu-tahu diakses pada 20 September 2020

https://www.nytimes.com/2020/04/14/books/coronavirus-picture-books.html diakses pada 20 September 2020

https://www.nytimes.com/guides/books/how-to-raise-a-reader diakses pada 20 September 2020

5 thoughts on “Aktivitas Kala Pandemi: Let’s Read! Membaca Menyenangkan Hati, Berpetualang Tanpa Harus Pergi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.