daily travel

Atasi Diare dengan Benar, Travelling Jadi Nyaman

Bepergian atau travelling bersama keluarga adalah saat-saat yang mengasyikkan dan penuh cerita. Namun, selain cerita soal keseruan mengunjungi tempat wisata baru, ada pula cerita tentang momen kepanikan dan penuh rasa enggak nyaman, contohnya ketika momen keluarga yang berusaha atasi diare di tengah perjalanan.

Duh! Diare di perjalanan jauh alias diare pelancong memang sering kali terjadi. Saya dan keluarga pun pernah mengalaminya. Biasanya, diare terjadi akibat makanan atau minuman yang kurang bersih, terlalu pedas dan berminyak, dan lain sebagainya. Maklum, kalau lagi jadi wisatawan rasanya pengen coba semua makanan, wisata kuliner gitu.

Atasi Diare dengan Benar
Trip liburan keluarga melalui jalan tol. Buru-buru menuju rest area

Seperti pengalaman keluarga kami. Di tengah perjalanan, tepatnya di jalan tol, perut saya dan adik saya cenat-cenut. Untuk ke toilet pun kami harus bersabar dan menahan, hingga akhirnya mobil bisa berhenti di rest area. Sesampai di rest area, langsung saya dan adik saya bergegas ke toilet.

Sesudah lega buang air besar (BAB), kemudian kami membeli minuman dan mencari obat diare di swalayan. Dan begitulah ceritanya sampai saya menemukan obat diare Entrostop. Jeng jeng! Inilah obat yang jadi penyelamat liburan keluargaku.

Sekadar informasi, obat Entrostop itu mengandung attapulgite koloid aktif (650 mg) dan pectin (50 mg). Zat-zat ini mampu menyerap racun dan bakteri penyebab diare. Inilah alasan mengapa Entrostop sangat cocok untuk mengurangi frekuensi buang air besar, memadatkan feses, dan menyerap racun akibat diare. Pas banget buat kami yang mengalami diare saat dalam perjalanan bersama keluarga. Kebayangkan rempongnya jika kami harus bolak-balik toilet akibat diare?

Untungnya lagi, Entrostop ini mudah didapat, bisa dibeli di berbagai apotek dan swalayan. Harganya juga cukup terjangkau, sekitar Rp7.500,-/strip. Pokoknya, perjalanan kami kembali tenteram setelah saya dan adik saya mengonsumsi Entrostop. Senangnya cenat-cenut perut mulai reda dan perjalanan kembali nyaman. Entrostop juga aman dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak. Untuk dosisnya, dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun bisa minum 2 tablet setiap setelah buang air besar, maksimum 12 tablet per hari (24 jam). Sementara untuk anak usia 6-12 tahun 1 tablet setiap setelah buang air besar, maksimum 6 tablet per hari (24 jam).

atasi diare benar entrostop

Usut punya usut, ternyata kami sakit perut karena sebelumnya memakan telor gulung jualan abang-abang yang suka ada di pinggir jalan dekay sekolah itu. Kapok sih kena diare pas lagi di perjalanan, tapi enak banget sih telor gulung dan sausnya itu…… Lagian saya juga sudah nemu obat diare paling manjur juga (read: Entrostop, HEHE).

Iya, memang enggak boleh begitu juga sih, ya (rela diare demi telor gulung). Bagaimana pun kita harus menjaga agar trip liburan bersama keluarga tetap mengasyikkan dan lancar.

Nah, belajar dari pengalaman, saya dan keluarga akhirnya suka membawa obat ini kalau mau perjalanan jauh. Plus, ini nih saya punya cara mengobati diare yang tepat dan benar.

 

    1. Memperbanyak Minum Air 
      Badan kita kehilangan banyak cairan (dehidrasi) saat diare terjadi. Untuk itu, kita harus mengisi kehilangan cairan tubuh tadi dengan mengonsumsi lebih banyak lagi air putih, bahkan jika perlu konsumsilah oralit.
    2. Mengonsumsi Obat Diare
      Untuk mengatasi BAB yang berulang dan feses yang terlalu cair, konsumsilah obat diare yang aman.
    3. Mengubah Pilihan Makanan
      Jika kamu belum mengetahui penyebab diare, sebaiknya ubah menu makan yang biasa kamu santap. Bisa jadi makanan yang kamu santap yang menjadi penyebab diare. Selagi dalam masa pemulihan, makanlah makanan yang gampang diolah oleh pencernaan, seperti roti, bubur nasi, dan pisang.

 

 

Hal yang paling penting adalah saling menjaga anggota keluarga. Jangan seperti saya dan adik saya, saling menjerumuskan, HEHE. Percayalah, satu saja anggota keluargamu yang terkena diare, perjalanan keluarga akan berubah menjadi tidak menyenangkan. Kasihankan kalau sampai ada anggota keluarga yang sakit perut saat berlibur. Syukur-syukur pas kebelet ke toilet ketemu toilet yang bersih, kalau tidak…rusak sudah mood travelling. Makanya, agar trip keluarga tetap seru, jangan lupa untuk saling menjaga pilihan makanan dan mengingatkan membasuh tangan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan.

Berhubung sebentar lagi libur panjang akan tiba, para kepala keluarga-keluarga pasti sudah mulai menyusun rencana trip liburan. Pesan saya, semoga pembaca semua bisa mengambil hikmah dari kisah saya tadi. Sedia payung sebelum hujan, sedia obat Entrostop sebelum diare. Jangan sampai trip liburan keluarga jadi stop karena diare, ya! Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.