A GLIMPSE OF MY THOUGHT daily My Simple Life

Cerita Hamil #1 Persiapan Kehamilan

cerita hamil 1

Sebelum hamil, saya bekerja full time di salah satu perusahaan swasta yang terletak di daerah Jakarta Selatan. Semenjak menikah, saya pindah ke Tangerang. Jarak kantor dengan rumah semakin jauh. Paling tidak butuh waktu 2 jam perjalanan. Jadi, rasanya lelah sekali. Ketika tiba di rumah saya selalu capek dan waktu libur Sabtu-Minggu terpakai untuk mengisi ulang tenaga lagi (baca: beristirahat).

Setelah hampir setahun menikah, saya dan suami mulai jujur atas keinginan untuk memiliki keturunan. Rasanya hidup hanya jalan di tempat tanpa kehadiran sang buah hati. Kami ingin keluarga kami berkembang. Untuk itu, kami memutuskan untuk mulai mengusahakan dan mempersiapkan kehamilan.

Apa saja persiapan kehamilan?

Sekedar sharing saja, saya dan suami akhirnya melakukan hal-hal berikut:

  1. Persiapan mental, kami meyakinkan satu sama lain bahwa kami akan berusaha untuk menyambut si buah hati dengan rasa suka cita dan persiapan yang maksimal. Kami sadar, sebagai pasangan muda banyak hal baru yang nantinya akan kami hadapi dan pelajari. Kami akan jujur tentang perasaan dan keresahaan satu sama lain dalam menjalani proses ini. Kami akan saling mendukung. Sebagai seorang hamba Tuhan, kami pun harus siap dengan berbagai hal tak terduga yang bisa terjadi pada si calon buah hati ataupun kami berdua.
  2. Pemeriksaan fisik/kesehatan (Medical Check Up), saya dan suami menjalani serangkaian proses pemeriksaan kesehatan untuk memastikan secara fisik kami sehat dan bisa menjadi orang tua. Alhamdulillah, hasilnya bagus artinya kami siap. Catatan: kami mengambil paket tes kesehatan dari Mayapada Hospital, kira-kira total biayanya kurang dari 2 juta.
  3. Mengurangi konsumsi makanan tidak sehat. Ini adalah hal yang paling bikin emosi bergejolak hehe… Sebagai mantan anak indekos, menjauhi junk food atau makanan jorok (yang enak tentunya) rasanya nyaris mustahil. Karena itu kami berjanji satu sama lain, hanya boleh makan makanan tak sehat sekali sebulan. Sebaliknya, kami mulai mengulik dan mencoba membiasakan makan makanan yang sehat, organik, dan bergizi. Misalnya, saya rutin makan alpukat saat weekend. Seperti kita tahu, alpukat kaya akan asam folat. Saya juga minum susu Prenagen Enesis. Sementara suami saya memperbanyak konsumsi sayuran, seperti tauge.
  4. Istirahat yang cukup. Menyeimbangkan waktu istirahat dengan aktivitas lain agaknya sulit dilakukan. Tapi kami mencoba tertib. Selain hari kerja, pada hari Sabtu kami berolahraga dan pada hari Minggu kami full beristirahat di rumah. Meski ngebet punya anak, kami juga menjaga ritme, loh. Maksudnya, kami tidak serta merta rajin berhubungan badan karena pengen cepat punya anak. Melainkan, kami mengatur jeda dan memperhatikan juga masa subur.

Hamil, terus berhenti bekerja?

Betul, saya akhirnya berhenti bekerja. Sebenarnya bukan didasari harapan besar ingin segera hamil, namun juga karena pertimbangan waktu istirahat yang kurang. Kasihan dengan badan.

Saya berpikir untuk pindah tempat kerja. Dari Jakarta Selatan, saya rencananya akan mencari pekerjaan di daerah Tangerang atau paling jauh Jakarta Pusat (di sekitar daerah kantor suami). Saya sudah melamar pekerjaan ke beberapa daerah tadi.

Saat proses rekrutmen berlangsung, saya akhirnya mengundurkan diri lagi. Kenapa? Karena saya positif hamil. Dan kebetulan kehamilan saya yang pertama ini punya kisah tersendiri di trisemester pertamanya. Dengan segala pertimbangan, saya memutuskan rehat berkarier selama hamil.

Untuk kamu yang sedang bekerja dan berencana hamil, cerita saya belum tentu berlaku buatmu juga. Setiap kehamilan punya kisah tersendiri, kamu tidak perlu resign atau berhenti beraktivitas karena kehamilan/ingin hamil, selama fisik kamu masih mumpuni. Banyak kok ibu-ibu hamil yang tetap bisa bekerja. Tidak perlu khawatir.

Sekian cerita singkat persiapan kehamilan yang saya dan suami lakukan. Jika ada hal yang ingin ditanyakan, saya silahkan. Kamu bisa bertanya di kolom komentar, ya. Insya Allah secepatnya saya balas. Terima kasih.

3 thoughts on “Cerita Hamil #1 Persiapan Kehamilan”

    1. Sebelum hamilkah? Kebetulan saya tidak, mba. Tapi saya konsumsi makanan yang mengandung asam folat secara rutin. Beberapa teman saya yang mempersiapkan kehamilan ada kok yang konsumsi vitamin. Ada yang minum folavit, folamil genio, ada juga yang blackmores i-folic. Bisa coba yang mana saja kok. Hal yang penting, nutrisinya terpenuhi saja 🙂 Semoga membantu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.