daily

Pilihan Aplikasi untuk Kehamilan Pertamamu

aplikasi kehamilan

Ada banyak pilihan aplikasi yang tersedia untuk membantu para ibu hamil. Selaras dengan berkembang pesatnya penggunaan ponsel pintar, kehadiran aplikasi kehamilan menjadi alternatif bagi calon ibu melengkapi kebutuhan informasi dalam upaya memahami kebutuhan fisik dan psikologis.

Saya tidak menulis ini untuk memberitahu mana aplikasi terbaik, tetapi untuk mengulas beberapa aplikasi kehamilan yang bisa kamu manfaatkan.

Saya tertarik membahas soal aplikasi kehamilan ini karena saya pun tengah mengandung. Sebagai bumil yang tengah menantikan kelahiran anak pertamanya, ada campuran perasaan yang selalu muncul setiap harinya. Was-was, excited, takut, bingung, bahagia, namun juga ragu-ragu. Karena ini kehamilan pertama saya, saya belum punya pengetahuan dan pengalaman apapun soal ini. Untuk itu, saya yakin bahwa saya harus belajar dengan mencari banyak informasi dan mendengar pengalaman juga ilmu lainnya terkait kehamilan ini. Dan saya rasa para bumil juga merasakan hal yang sama, bukan?

Karena ini kehamilan pertama dan kita selalu ingin yang terbaik untuk si janin, kita selalu menggali pengetahuan terkait kehamilan dan kelahiran. Entah dari orang terdekat ataupun dengan memanfaatkan teknologi, belajar melalui aplikasi kehamilan.

Saya telah mencoba menggunakan aplikasi-aplikasi di bawah ini dan sedikit banyak sudah menandai kelebihan dan kekurangan dari tiap aplikasi. Semoga pengalaman saya bisa menjadi referensi bagimu yang hendak menggunakan aplikasi kehamilan. Berikut beberapa aplikasinya.


Teman Bumil

Aplikasi Teman Bumil ini diperkenalkan sebagai salah satu aplikasi kehamilan yang dibuat khusus untuk ibu hamil yang berwarga negara Indonesia.

Skor di Playstore: 4,4

sumber: playstore

Kelebihan:
Tampilannya menarik, terutama di fitur Janin 360. Ilustrasi buah-buahan pada paparan tips mingguan juga bagus dan imut sekali. Informasi yang disajikan juga ringkas dan mudah dimengerti. Rekomendasi artikel dalam beragam pilihan topik disajikan mengikuti usia kandungan tampaknya cukup membantu ibu hamil (bumil) memahami setiap fase kehamilan.

Kemudian, aplikasi Teman Bumil sudah menggunakan Bahasa Indonesia. Dan beberapa kali juga memuat informasi event seputar kehamilan dan bayi.

Kekurangan:
Sejujurnya, saat usia kandungan saya mencapai 3 bulan saya memutuskan untuk uninstall aplikasi ini. Saya menemukan beberapa kekurangan yang membuat saya tidak nyaman.

Pertama, aplikasi ini sering error saat baru dibuka. Padahal aplikasi ini sering kali meminta untuk diperbaharui (update).

Kedua, di dalam fitur grafik perkembangan ibu dan janin terasa tidak praktis saat memasukkan data. Pasalnya, tak ada satupun data yang boleh dikosongkan maupun yang salah ketik. Jika ingin mengubah, kita harus mengulang input data dengan menghapus terlebih dahulu data yang salah tadi baru kemudian diisi kembali dengan data yang baru.

Lalu, aplikasi Teman Bumil juga meminta bumil mengisikan data panjang janin atau CRL (Crown Rump Length), padahal panjang bayi hanya diukur pada awal kehamilan saja. Sehingga, menuju trisemester kedua saat dokter berhenti memberitahu CRL, bumil kesulitan mengisi datanya. Rasa malas pun muncul ketika bumil harus mengisi seluruh data secara lengkap, sehingga fitur grafik ini menjadi sia-sia.

Ketiga, ada banyak item dalam fitur checklist. Jujur saja, saya kurang menyukainya karena ada beberapa item yang saya kurang personalized. Seperti, saya bukan perokok namun dalam checklist saya harus berkali-kali men-checklist item terkait rokok demi menghilangkan item ini dari list. Juga, beberapa item tampaknya tidak benar-benar disesuaikan dengan timing atau usia kehamilan. Jadi, bila item dari bulan pertama belum di-checklist maka item tersebut akan terus muncul seiring dengan bertambahnya item lain di bulan berikutnya. Akibatnya, item tertumpuk menunggu di-checklist.

Sementara, pengguna bisa saja tidak tahu apa urgensi melakukan hal-hal yang tertulis dalam daftar tersebut. Alangkah baiknya jika ada integrasi antara informasi yang disampaikan fitur tips mingguan dengan checklist yang disajikan aplikasi. Sehingga, fitur-fitur ini bisa digunakan secara maksimal.


The Asian Parent

Usai menggunakan Teman Bumil, saya beralih ke aplikasi The Asian Parent ini. Saya mendapatkan informasi aplikasi ini dari seorang teman saya. Mengetahui ada forum ibu hamil di dalam aplikasi, saya langsung ingin mencoba menggunakannya.

Secara umum, aplikasi ini sangat mudah digunakan, tampilannya sederhana. Informasi terkait perkembangan janin disajikan per hari dan per minggu. Sehingga, setiap hari ibu hamil akan mendapat notifikasi perkembangan bayi. Informasinya meliputi pertumbuhan fisik yang dialami janin, perubahan fisik pada ibu hamil, dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan calon orang tua dalam menyambut kelahiran sang bayi.

Skor di Playstore: 4,8

sumber: playstore

Kelebihan:
Adanya ruang komunitas di aplikasi ini sebenarnya bisa menjadi nilai plus dan minus. Jika ditilik dari manfaat, jelas komunitas yang telah terbentuk dan konon katanya adalah komunitas orang tua terbesar di Indonesia ini memang bermanfaat. Sesama pengguna bisa bertukar pikiran. Bahkan tak jarang ada bumil yang meminta disemangati bumil lainnya. Artinya, secara psikologis kehadiran komunitas ini sangat berguna bagi bumil. Bumil tidak lagi merasa sendiri melalui proses kehamilannya.

Adanya sistem poin pun demikian, ada manfaat dan kekurangannya. Ibu-ibu yang saling berinteraksi, mengisi polling, atau mengundang temannya untuk bergabung di aplikasi ini mendapatkan poin. Poin yang terkumpul kemudian bisa ditukar hadiah (item maternity dan baby). Belum lagi event-event free/berhadiah.

Aplikasi Asian Parent ini menyediakan pilihan topik yang bisa diubah-ubah oleh pengguna. Misalnya, saat hamil pengguna hanya ingin terpapar informasi dan bahasan komunitas mengenai kehamilan, maka pengguna hanya perlu mencentang bagian ini saja. Seterusnya, jika pengguna ingin disajikan informasi dari topik lain pengguna bisa mencentang lebih dari satu topik.

Kekurangan:
Adanya fitur artikel yang telah dibagi sub kategorinya sebenarnya memudahkan pengguna menggali informasi. Namun sayang, sering kali artikel gagal terbuka di aplikasi. Jika bumil tetap ingin mengakses artikel tersebut, bumil dapat menyalin link artikel dan membukanya di browser (seperti chrome dll).

Setelah menggunakan aplikasi ini, saya jadi menyadari bahwa banyak pengguna aplikasi ini yang sepertinya ibu muda dengan stastus ekonomi sosial yang beragam. Tidak heran ada saja perseteruan/perbedaan pendapat yang muncul di dalam komunitas Asian Parent. Contohnya saja saat pembahasan penting tidaknya USG dalam kehamilan. Beberapa ibu-ibu yakin USG membahayakan dan tidak perlu dilakukan, sementara mayoritas ibu-ibu meyakini USG perlu dilakukan untuk memantau perkembangan janin di dalam rahim.

Seperti saya sebutkan sebelumnya, sistem poin di Asian Parent juga membawa dampak buruk, yakni hadirnya akun-akun fake yang hanya menargetkan raihan poin untuk memperoleh hadiah secara cuma-cuma. Akun-akun ini cukup mengganggu, karena sering memposting hal-hal kontroversial demi meraih banyak respon. Kemudian, ada juga akun fake di topik jual-beli yang tampaknya berniat merekrut para ibu untuk bergabung dalam usahanya (seperti MLM).

Belakangan pun beberapa pengguna menyatakan berhenti dari aplikasi ini akibat merasa tidak nyaman. Mengapa? Dikarenakan ada saja ibu hamil atau pengguna yang memposting gambar yang tidak sedap dipandang ke komunitas (seperti gambar bercak darah atau flek-flek, dalaman, bagian tubuh tertentu). Para bumil merasa terganggu dengan munculnya gambar-gambar tak senonoh tersebut (Beberapa mengaku sampai muntah dan tak nafsu makan setelah melihat gambar). Sebagian lagi menyayangkan fakta bahwa masih saja ada ibu-ibu yang tidak paham etika berbagi/memposting. Akibatnya, pengguna mencap Asian Parent kurang tanggap dalam memfilter atau menindak pemosting hal-hal tak wajar tadi.


280 Days

Saya menggunakan aplikasi ini bersamaan dengan aplikasi Asian Parent. Bagi saya, kedua aplikasi ini saling melengkapi dengan fitur unggulan masing-masing.

Aplikasi kehamilan 280 Days ini memiliki tampilan yang sangat imut dan lucu. Di beranda, pengguna akan disambut dengan ilustrasi bayi mungil yang terus berubah posisi dan sering bercakap. Rasanya menyenangkan, bumil bisa bayangkan ilustrasi tadi sebagai janin yang berbicara dari dalam kandungan. Si bayi sering bercanda dan memberikan informasi singkat untuk ibu.

Saya sangat menyukai aplikasi ini. Mood yang tercipta sangat positif, optimis, dan hangat. Bisa jadi karena aplikasi ini tidak menyajikan tumpukan artikel seputar kehamilan (Maksudnya, banyak artikel yang malah bikin bumil was-was. Seperti artikel berjudul, Bumil Harus Hati-hati, Ini 3 Hal Remeh yang Bahaya Buat Janin , membaca judulnya saja bumil sudah panik, hehe)

Skor di Playstore: 4,7

sumber: playstore

Kelebihan:
Aplikasi ini menyajikan informasi mingguan terkait perkembangan janin. Informasi mingguan ini sangat lengkap/komplit. Tak hanya perkembangan fisik janin, perkembangan fisik ibu, dan saran untuk ayah juga diberikan. Menurut saya, informasi yang disajikan di aplikasi ini lebih komprehensif dan detail ketimbang informasi dari aplikasi lainnya yang saya gunakan.

Ada fitur diary/journal untuk ibu hamil. Lalu, ada pula fitur schedule yang mengingatkan pengguna untuk kunjungan rumah sakit. Juga grafik pemantauan perkembangan bayi.

Kekurangan:
Masih belum tersedia dalam Bahasa Indonesia, sehingga pengguna yang kesulitan berbahasa Inggris mungkin akan menemukan rasa tidak nyaman dalam penggunaannya.


Meskipun saya memaparakan kekurangan aplikasi-aplikasi ini dan bahkan menyebut bahwa saya tidak lagi menjadi pengguna salah satu aplikasi, tidak berarti saya melarang kamu menggunakannya, ya. Selama kamu nyaman menggunakannya tentu saja tidak ada yang salah.

Hingga saat ini saya masih menggunakan aplikasi the asian parent dan 280 days. Di luar itu, saya juga masih menuliskan setiap detail pengalaman dan catatan penting berupa tips kehamilan ini di buku harian.

Saran saya, kamu bisa mendownload aplikasi yang dirasa paling nyaman digunakan saja. Sebab, sebenarnya banyak aplikasi kehamilan yang memiliki kesamaan fitur. Untuk apa memiliki lebih dari satu aplikasi dengan fitur yang sama, bukan? Kamu mesti memilah aplikasi mana yang memiliki fitur/fungsi berbeda dan yakin fitur itu benar-benar bisa dimanfaatkan.

Selain itu, aplikasi-aplikasi kehamilan akan maksimal penggunaannya jika kita rajin menginput data perkembangan janin. Bayangkan saja jika kita menggunakan lebih dari satu aplikasi dengan fitur serupa, maka kita harus menginput data yang sama berulang kali. Belum lagi notifikasi yang akan muncul akan bertumpuk-tumpuk. Bisa-bisa bumil malah lelah meladeninya. Itu sebabnya, saya menyarankan agar bumil tetap menyederhanakan penggunaan aplikasi kehamilan. Jangan hanya karena tampilan yang lucu dan menggemaskan kita jadi menyia-nyiakan ruang memori ponsel pintar kita.

8 thoughts on “Pilihan Aplikasi untuk Kehamilan Pertamamu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.