movie and book review

Ulasan Drama Korea: “Beautiful World” (2019)

beautiful world

Usai membaca sinopsis drama Korea “Beautiful World”, saya langsung tertarik untuk menontonnya. Meski saya tak mengenal satu pun aktris dan aktor drama ini, tapi kisah yang diusung saya rasa sangat menjanjikan.

Mengangkat isu sosial, nyatanya drama ini berhasil mengingatkan kita kepada drama dengan isu serupa yang sukses lebih dulu, “Sky Castle”. Drama ini juga berhasil menjaga rating usai menggantikan slot tayang drama “Legal High” di JTBC.

Sejak kemunculannya, drama ini sudah mendapat perhatian publik dengan raihan rating yang cukup memuaskan. Hingga pada episode terakhir yang tayang Sabtu lalu (25/05) drama ini sukses mencapai rating tertingginya. Berikut sinopsis dan ulasan saya mengenai drama ini.


Sinopsis

beautiful world

Park Seon Ho (Nam Da Reum) ditemukan dalam kondisi kritis akibat terjatuh dari gedung sekolah. Orang tuanya, Pak Moo Jin (Park Hee Soon) dan Kang In Ha (Choo Ja Hyeon) terpukul mendengar kabar tersebut. Merasa banyak hal janggal dari kejadian itu, Moo Jin dan In Ha memutuskan untuk mencari kebenaran terkait insiden yang menimpa sang anak.

beautiful world

Di sisi lain, Seo Eun Joo (Cho Yuh Jeong) dan Oh Jin Pyo (Oh Man Suk) berusaha menutupi fakta-fakta dengan menyembunyikan barang bukti yang dianggap dapat memberatkan anaknya, Oh Joon Seok ( Seo Dong Hyun) secara hukum. Dengan harta dan jabatannya sebagai pimpinan yayasan sekolah, Jin Pyo berusaha mengendalikan situasi.

*Tonton trailer di sini: (1) (2) (3) (4)


Ulasan

“Adults are the problem.”

Kiranya inilah kalimat yang pas untuk merangkum pergolakan kisah dari drama “Beautiful World”. Dewasa ini, kasus bullying dan kekerasan di sekolah sering dianggap masalah tunggal yang disebabkan watak buruk dari pelaku yang dicap belum dewasa. Padahal bila ditilik lagi, persoalannya tidak sedangkal itu.

Bagi anda penggemar buku novel “The Catcher in The Rye” dan “Little Prince” drama ini akan menyuguhkan hikmah atau sari-sari dari buku tersebut. Sehingga, jangan heran jika secara gamblang drama ini menampilkan kutipan-kutipan dari buku tersebut. Bagi anda yang belum membaca buku itu, saya rasa anda akan tertarik membacanya usai menonton drama ini.

Kebingungan anak dan remaja terhadap apa itu hal baik dan hal buruk bisa menjadi buah dari sikap orang dewasa yang gagal menjadi sosok teladan. Mengutip Marian Wright Edelman seorang pimpinan Children’s Defense Fund, dia menuliskan:

“Our children don’t need or expect us to be perfect. They do need and expect us to be honest, to admit and correct our mistakes, and to share our struggles about the meanings and responsibilities of faith, parenthood, citizenship, and life.

Before we can pull up the moral weeds of violence, materialism, and greed in our society that are strangling so many of our young, we must pull up the moral weeds in our own backyards and educational institutions. So many children are confused about what is right and wrong because so many adults talk right and do wrong in our personal, professional, and public lives.”

Bahwa masalah yang timbul di antara anak-anak bisa jadi akibat sikap orang dewasa yang suka menutupi kesalahan. Kritik-kritik sosial mengenai sikap orang dewasa kemudian menjadi bumbu rahasia bagi drama ini.

beautiful world

Kisah bermula dari jatuhnya Seon Ho, berlanjut dengan perubahan sikap beberapa teman Seon Ho, dibarengi reaksi para orang tua atau wali murid yang tak ingin konsentrasi anaknya belajar terpengaruh akibat insiden, juga sikap defensif pihak sekolah yang tak ingin memburuk reputasinya.

Spekulasi soal penyebab jatuhnya Seon Ho berkembang liar, terlebih dengan minimnya petunjuk yang berhasil dikumpulkan oleh polisi, yang membawa pada simpulan sementara Seon Ho diduga bunuh diri.

beautiful world

Keluarga Seon Ho terpukul, tak percaya anaknya melakukan hal semacam itu. Gejolak batin keluarga Seon Ho dilakonkan para pemain dengan uraian air mata.

Flashback mengenai keseharian Seon Ho dan keluarganya yang terkesan sederhana dan hangat dihadirkan sebagai bahan pertimbangan penonton drama menganalisis situasi atau latar cerita. Sehingga, penonton menjadi penuh tanya, mungkinkah Seon Ho bunuh diri? Kalau iya, apa alasannya? Bukankah ini kasus pembunuhan? Siapa pelakunya dan mengapa?

Penonton berhasil dibawa masuk ke dalam konflik batin keluarga Seon Ho. Setelahnya, giliran penggambaran keluarga Joon Seok yang juga tak kalah dramatis.

Di episode awal drama “Beautiful World”, Joon Seok dan Eun Joo sudah memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan. Mereka tampak menyembunyikan sesuatu. Penonton lagi-lagi diberi sinyal bahwa kedua tokoh ini punya andil dalam kejadian yang menimpa Seon Ho.

Singkatnya, alur cerita dibuat padat. Dari 16 episode, tak ada satu pun yang sia-sia atau buang durasi. Setiap adegan dan gambaran visual bermakna. Penonton bisa merasakan progres dalam pengungkapan kebenaran dari insiden itu.

Satu demi satu tokoh baru muncul melengkapi narasi penyebab celakanya Seon Ho. Setiap tokoh punya dialog yang pas, serta tergambar dengan baik peran, ekspresi, dan keterlibatan mereka pada insiden Seon Ho.

Meskipun drama ini bertema keluarga, kesan misteri berhasil dihadirkan. Inilah daya tarik drama ini. Seperti drama “Sky Castle”, penonton menjadi penasaran siapa biang keladi (culprit) dari kejadian itu dan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Tokoh Seon Ho yang tengah koma seolah menjadi kunci jawaban bagi keluarga Seon Ho , sedangkan bagi si culprit bangunnya Seon Ho dari koma ibarat bom waktu. Jika Seon Ho meninggal, keluarga Seon Ho tak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan sebaliknya, bagi si culprit jika Seon Ho sadar dan mengingat semua kejadian, terbongkarlah kejahatannya.

beautiful world

Pergerakan emosi tiap karakter berbanding lurus dengan cara mereka bertindak, inilah yang membuat kisah drama ini terkesan hidup dan realistis.

Tokoh In Ha misalnya, sebagai protagonis dirinya tidak sepenuhnya bertingkah naif. Ketika ia mengetahui bahwa ada pihak yang sengaja membuat jatuhnya Seon Ho terlihat sebagai bunuh diri, ia murka hingga ia berkata ingin sekali rasanya membunuh pihak tersebut. Atau ketika Moo Jin yang awalnya terus bersikap malas cari ribut kemudian malah meninju duluan Jin Pyo.

Perubahan sikap tokoh, cara mereka berucap (dialog) dan naik-turun emosi, semua bisa diterima dengan baik oleh penonton drama ini. Karakter tokoh berkembang secara wajar dan bagus.

Menyinggung soal realitas sosial yang dihadirkan, drama ini cukup detail. Bahwa polisi Korea punya beban kerja berat tak berbanding lurus dengan wewenang mereka yang sempit. Bahwa korban pelecehan seksual atau pelaku bunuh diri masih berpotensi dikucilkan oleh masyarakat.

Bahwa kecemasan anak sekolah tingkat akhir adalah hal biasa saja, tekanan pendidikan dan keharusan belajar terus-menerus bagi pelajar sudah menjadi tuntutan kehidupan.

Bahwa guru di sekolah tak lagi perhatian dengan tingkah siswanya, akibat beban berat implementasi kurikulum dan reputasi sekolah yang perlu dijaga. Bahwa lazim bagi orang tua menutupi kesalahan anaknya dan hal itu dianggap upaya melindungi masa depan sang anak. Dan masih banyak lagi.

Meski begitu, saya menyukai bagaimana drama ini mampu memperlihatkan cara bersikap bijaksana dalam situasi tersudut. Menuntun penonton memahami kompleksitas kehidupan dan peradilan tanpa menggiring pada sikap pesimis.

Mengajak penonton meyakini perubahan baik akan terjadi, bahwa harapan itu ada. Menunjukkan pada penonton bahwa manusia suka lupa bersyukur, manusia penuh lalai dalam menjalani hidupnya, namun selalu ada kesempatan bagi manusia untuk berubah.

beautiful world

Drama ini akhirnya menunjukkan bahwa masalah hadir dari orang dewasa, dan akhirnya diselesaikan oleh orang dewasa setelah mereka mau bersikap jujur pada dirinya maupun orang sekitarnya. Dan happy ending yang diciptakan oleh penulis drama “Beautiful World” untuk menutup kisah ini rasanya pun sukses memuaskan ekspektasi penonton.


Penilaian

8,8 dari 10


Catatan

**Sangat direkomendasikan.

***”Beautiful World” tayang pada 5 April – 25 Mei 2019.

****Adanya keajaiban (spoiler) berupa bangunnya Seon Ho dari koma dan proses recovery-nya yang tergolong cepat adalah sebuah dramatisasi, dihadirkankan sebagai buah dari kesabaran orang tua Seon Ho yang ulet menggali kebenaran.

Sementara, adegan Seon Ho berjalan di lorong sekolah juga adegan Joon Seok yang menghirup udara segar pasca bebas dari “penjara” kehidupan menjadi simbol dari harapan baru.

###

Sumber gambar: JTBC 

6 thoughts on “Ulasan Drama Korea: “Beautiful World” (2019)”

  1. Setelah baca ulasannya, kayanya bagus banget ya dramanya. Sayang banget drama-drama kayak gini di Indonesia agak underrated, mungkin karena mereka gak seberapa kenal sama castnya ya (padahal cast-nya juga apik-apik sih, prestasi mereka udah banyak banget).

    Definitely put in my bucketlist buat nonton pas libur lebaran ehehe. Sekarang masih ngikutin “Inspector Labor Jo Jang Poong” dulu wkwkwk.

    1. Iya, di Indonesia orang-orang sukanya romantic comedy yg castnya terkenal. Biasanya ceritanya ringan untuk melepas stres ya… Hihihi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.