Berlibur ke Uluwatu, Bali : Nasi Pecel Bu Tinuk


Pada pertengahan tahun 2018, saya dan suami memutuskan untuk berlibur ke Uluwatu, Bali. Pulau Dewata Bali memang sudah lama dikenal sebagai destinasi favorite wisatawan. Lazimnya, wisatawan akan berkunjung ke daerah Kuta, Ubud, Seminyak, atau Nusa Dua. Banyak sekali lokasi wisata di Bali yang bisa disambangi para pelancong.

Uluwatu, Bali menjadi salah satu daerah yang naik daun belakang ini. Bagaimana tidak, selain menawarkan ombak yang luar biasa indah, daerah ini menjanjikan cultural attractions dan keheningan (alias the right place for hiding). Itulah alasan kuat saya dan suami memilih berkunjung ke Bali.


Nasi Pecal Bu Tinuk

Memulai perjalanan dengan penerbangan subuh, dari Cengkareng (Soetta) ke Denpasar (Ngurah Rai), kami akhirnya tiba pada sekitar pukul 08.00 WIB. Tujuan pertama kami adalah “Nasi Pecel Bu Tinuk” untuk mengisi perut kosong kami karena belum sarapan. Kami bergegas keluar dari area bandara dengan mobil sewaan (sulit untuk order Grabcar/Gocar). Kira-kira waktu tempuhnya sekitar 10 menitan. Tepatnya tempat makan ini berada di jalan Raya Tuban no. A5, Tuban, Kuta.

Tiba di Nasi Pecel Bu Tinuk, kami kemudian ikut mengantri untuk memesan makanan (sistemnya: pilih lalu bayar). Kami memesan satu porsi nasi pecel dan satu porsi nasi terong sate paru pedas. Di sini banyak sekali pilihan makanan, dari ayam goreng, gorengan, sate-sate, juga sayuran.


Nasi Pecel Bu Tinuk (difoto menggunakan Nokia 3)

Seperti nasi pecel pada umumnya, pecel ini juga terdiri dari tauge, kacang panjang, dan sayuran lainnya yang disiram bumbu kacang. Bedanya, bumbu kacang bisa di-request rasanya pedas sekali, pedas, sedang, atau tidak pedas. Pecel ini rasanya cukup enak.

Begitu juga dengan terong sate paru pedas, enak. Meski enak dan mengenyangkan, jika melihat harganya, sayang beberapa makanan ada yang overpriced menurut saya. Kalau kalian sedang berlibur dengan budget yang ketat sebaiknya pertimbangkan harga sebelum memesan.


nasi terong sate paru pedas di
Nasi Pecel Bu Tinuk (difoto menggunakan Nokia 3)

Meski begitu, di sini cocok untuk tempat sarapan. Saya merekomendasikan tempat makan ini bagi kalian yang terlanjur mengambil penerbangan pagi ke Bali. Sebab sulit sekali mencari restoran yang buka di pagi hari. Dan Nasi Pecel Bu Tinuk ini bisa menjadi salah satu pilihan kalian karena dia buka 24 jam.


Usai sarapan, kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke penginapan di Uluwatu, Bali.


Sumber gambar:
– dokumentasi pribadi
– https://bit.ly/2DWaLi0 (tripadvisor)
– https://bit.ly/2TuKWLu (google maps)

9 Komentar

  1. annisa says:

    wah sangat membantu bagi wisatawan muslim

    1. Bunga says:

      terima kasih

  2. Driver gocar sama grabnya gak mau masuk ke bandara ya mba ? Padahal biasanya saya bisa pake aplikasi cuman nunggunya di Deket parkiran bukan di pintu keluar domestik.. oh ya makasih buat rekomendasi pecelnya mba besuk rencana mau kesana hihihi

    1. Bunga says:

      wah, lain kali akan saya coba order dekat parkiran ya..
      Terima kasih, semoga bermanfaat 🙂

  3. pecelnya enak.. bumbunya beda gitu… harganya sesuailah sama rasa hehe.. sy nyoba yg di malang sih deket rumah mertua soalnya

    1. Bunga says:

      Iya, kabarnya bu tinuk banyak cabangnya ya

  4. saya suka pecel bu tinuk, bumbunya beda, harganya sesuai lah. sy coba di cabang malang tapi hehe

  5. Saya pernah coba pecel bu tinuk tapi malah nggak makan pecelnya, mungkin nanti coba deh, ada di daerah Denpasar-Teuku Umar, nggak jauh dari rumah orangtua (:

    1. Bunga says:

      Selamat mencoba 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.